| a). |
Kejernihan (appearance) |
|
Minyak isolasi tidak boleh mengandung suspensi atau endapan (sedimen). |
| b). |
Masa Jenis (density) |
|
Masa jenis dibatasi agar air dapat terpisah dari minyak isolasi dan tidak melayang. |
| C. |
Viskositas Kinematik ( kinematic viscosity) |
|
Viskositas memegang peranan dalam pendinginan, dipergunakan dalam menentukan kelas minyak dan kurang dipengaruhi oleh kontaminasi atau kerusakan minyak. |
| d) |
Titik Nyala (flash point) |
|
Titik nyala yang rendah menunjukan adanya kontaminasi zat gabar yang mudah terbakar. |
| e). |
Titik Tuang (pour point) |
|
Titik tuang dipakai untuk mengidentifikasi dan menentukan jenis peralatan yang akan menggunakan minyak isolasi. |
| f). |
Angka Kenetralan (neutralization number) |
|
Angka kenetralan merupakan angka yang menunjukan penyusunan asam minyak isolasi dan dapat mendeteksi kontaminasi minyak, menunjukkan kecenderungan perubahan kimia atau cacat atau indikasi perubahan kimia dalam bahan tambahan (additive). Angka kenetralan dapat dipakai sebagai petunjuk umum untuk menetukan apakah minyak sudah harus diganti atau diolah lagi. |
| g). |
Korosi Belerang (corrosive sulphur) |
|
Pengujian ini menunjukkan kemungkinan korosi yang dihasilkan dari adanya belerang bebas atau senyawa belerang yang tidak stabil dalam minyak isolasi. |
| h). |
Tegangan Tembus (breakdown voltage) |
|
Tegangan tembus yang terlalu rendah menunjukkan adanya kontaminasi seperti air, kotoran atau partikel konduktif dalam minyak. |
| i). |
Faktor Kebocoran Dielektrik (dielectric dissipation factor) |
|
Harga yang tinggi dari faktor ini menunjukkan adanya kontaminasi atau hasil kerusakan (deterioration product) misalnya air, hasil oksidasi, logam alkali koloid bermuatan dan sebagainya. |
| j). |
Stabilitas / kemantapan oksidasi (Oxydation stability) |
|
Pengujian ini berguna untuk melihat apakah minyak tahan terhadap oksidasi |
| k). |
Kandungan air ( water content) |
|
Adanya air dalam minyak menyebabkan turunnya tegangan tembus minyak dan tahanan jenis minyak isolasi dan juga adanya air akan mempercepat kerusakan kertas pengisolasi (isolasi paper). |
| l). |
Tahanan jenis (resistivity) |
|
Tahanan jenis yang rendah menunjukkan adanya kontaminasi yang bersifat konduktif (conductive contaminants). |
| m). |
Tegangan permukaan (interfacial tension) |
|
Adanya kontaminasi dengan zat yang terlarut (soluble contamination) atau hasil hasil kerusakan minyak, umumnya menurunkan nilai tegangan permukaan. Penurunan tegangan permukaan juga menurunkan indicator yang peka bagi awal kerusakan minyak. |
| n). |
Kandungan gas (gas content) |
|
- Adanya gas terlarut dan gas bebas dalam minyak isolasi dapat digunakan untuk mengetahui kondisi transformator dalam operasi. |
|
- Adanya gas H2, CH4, C2H6, C2H4, C2H2 menunjukkan terjadinya dekomposisi minyak isolasi pada kondisi operasi, sedangkan adanya CO2 dan CO menunjukkan adanya kerusakan pada bahan isolasi. |